Beranda > FOTOGRAFI > Flash Exposure Lock (FEL)

Flash Exposure Lock (FEL)

Diskusi antara si bidang dan si ruang. Waktu itu mereka nongkrong di sebuah kafe di jalan affandi jogja. Mereka sama-sama pengguna kamera canon. Mereka sama-sama juga pecinta kopi tanah air yang notabennya Indonesia penghasil kopi yang paling NIKMAT dan TERKENAL  di seluruh DUNIA, namun orang Indonesia sendiri jarang yang tau dan tidak pernah bangga terhadap semua kekurangan dan kelebihan bangsanya sendiri.. jadi sedih mendengarnya.

Lanjut manggggg… diskusinya ndak usah ngomongin soal moral, idealisme apalagi ideologi. Mendingan kita ngomongin bermain dan belajar serta menghasilkan hehehehe
Yukkkk…

Bidang : “wang (panggilan si Ruang) tau yang di maksud dengan FEL ndak??”
Ruang : “yo….. tau dong…  mosok saya ndak tau.. wong saya photograper je…” jawabnya dengan sombong dan logat jawa
Bidang : “coba terangken” sambil mengerutkan dahi sambil penasaran
Ruang : “itukan artinya.. F itu focus, E ekposure dan L itu lock.. gitu artinya??”
Bidang : “hah… mosok wang… terus lanjutin” dalam batin bidang “ni orang sok tau banget”
Ruang :  “yah berarti itu gunanya untuk mengelock pencahayaan kamu, biasanya di gunakan pada mode AV, TV, P trus pencet dengan jempol tombol icon *, trus kamu arahin focus kamu kearah daerah terang atau gelap gitu”

Bidang : “wah sok tau banget lu, penjelasanmu salah kaprah, mending kalo kamu ndak tau bilang ndak tau, kok repot” jawab ketus
Ruang : “lha bukannya itu”
Bidang : “bukan.. itu namanya AV lock  dengan tanda icon * yang kamu maksud itu” balas dengan nada mengguruhi si ruang.
Ruang : “kamu tau po”  tanya dengan nada ngece..
Bidang : “yah tau dong, tadi aku cuman ngetes kamu aja. Emang bener yang dikatain orang-orang memang kamu itu orangnya sok tau hehehe” sambil becanda
Ruang : “biarin aja… yang penting bisa ngomong dari pada kamu pendiam bikin orang salah tingkah di deketmu” ejeknya.
Bidang : “hehehe kan diam itu emas.. lagian kalo orang pendiam itu banyak mikir dan kalo orang banyak bicara itu jarang mikir… hehehe” balas ejek..

Ruang : “ya wes… trus apa artinya FEL kalo gitu”
Bidang : “tapi ada saratnya lho..mau ndak?. Ini ilmu berharga banget soale” tantangnya sambil menghisap rokok
Ruang : “walah.. kayak gitu aja ada syaratnya. Kalo ndak ikhlas ya udah…?”
Bidang : “lah dulu aku juga kamu gituin kan pas aku tanya soal lighting karakter benda musti beliin 1 bukus rokok gudang garang” balas dengan emosi
Ruang : “hehehe… iya ding. Ya wes sekarang syarat apa wes..”
Bidang : “bayarin kopi luwak nya piye…?”
Ruang : “weks… yaudah lah tabayarin demi ilmu”
Bidang : “yes yes yes… jadi sekarang kosong kosong score nya” jawab dengan senang

Ruang : “trus piye penjelasan FEL tadi. Musti ampek jelas dan paham lho”
Bidang : “siyap dah”
Bidang : “FEL artinya Flash Ekposure Lock yang berfungsi pada penggunaan intensitas flash untuk mengunci dan mencari cahaya mana yang akan digunakan”
Ruang : “oooo… flash toh tak kira focus e artinya hehehe.. trus piye”
Bidang : “yo jadi kalo kita pake flash sebenarnya ada fasilitas yang sangat membantu untuk memainkan intensitas cahaya flash hanya dengan lock (tombol icon*)”
Ruang : “kamsutnya piye tuh”
Bidang : “tadi yang kamu jelaskan hampir sama maksudnya, kalo pada mode AV,TV dan P pengunaan lock dengan tombol icon * itu berfungsi sebagai lock ekposure (penguncian cahaya) tapi ketika kita menggunakan flash (build-in maupun eksternal) itu berubah secara otomatis menjadi FEL (focus eksposure lock) dan bisa digunakan pada mode M

Bidang : “coba sekarang buka flashmu (build-in = bawaan kamera) trus kamu pencet tombol icon * (biasanya dipencet dengan jempol tangan kanan, ada di bagian atas tombol-tombol kamera gitu deh)”
Ruang : “weh kok bisa nyala yah hehehe”
Bidang : “ndeso lu hehehe… itu sekali pencet sekali nyala lho. Nah sekarang arahin kameramu ke mataku yang indah ini hehehe coba dengan mode M, Speednya 60 dan F nya 4.5 aja (aturan ini semata-mata untuk penjelasan bukan sebagai rumus atau apalah). Trus kamu liat dari viewfinder (jendela pengamat kamera) trus arahin point fokusnya (titik mereh yang biasanya digunakan untuk focus. Gunakanan 1 titik point aja dan gunakan yang paling tengah titik pointnya). Trus pencet tombol icon * sekali trus jepret.
Nah seperti itu hasilnya..”

Ruang : “and so….”
Bidang : “sekarang focus ke mataku lagi trus titik point yang tengah itu di arahin ke rambutku trus kamu pencet tombol icon * trus balik lagi ke arah mataku tadi, sekarang jepret… nah hasilnya akan beda”
Ruang : “hooh e hasilkan tambah terang yah kok bisa yah”

Bidang : “sekarang logikanya gini, coba ambil kertas dengan warna putih dan warna hitam trus dideketin nah sekarang foto ke dua duanya.. nah hasil nya akan seperti itu.”
“Trus coba foto kamu pencet tombol FEL icon * dengan point focus kamu yang tengah diarahin dulu kekertas warna putih trus kamu potret keduanya kertas itu kayak yang pertama. Hasil akan gelap.”
“Sedangkan ketika kamu pencet tombol FEL icon * dengan point focus kamu yang tengah diarahin dulu ke kertas hitam pasti hasil nya akan menjadi over”

Ruang : “kenapa bisa begitu yah”
Bidang : “nah itu, kita bermain dengan logika kamera. Jika saat kita memencet tombol FEL icon * pada warna putih maka logikanya kamera akan menterjemahkan bahwa objek terlalu terang maka di maka yang dilakukan kamera adalah menggelapan atau mengurangin intensitas cahaya pada flash.”
“Begitu juga ketika memencet tombol FEL icon * pada warna hitam maka kamera menterjemakan bahwa objek terlalu gelap maka yang dilakukannya adalah menambah intensitas cahayanya dari flash”
Ruang : “hohohoho.. mantaf penjelasnya nya”

Bidang : “sekarang aplikasinya yah. Nah ketika memotret orang dengan flash yang perlu dilakukan adalah pencet tombol FEL icon * pada bagian pipi coba liat apakah hasilnya udah pas atau belum. Kalo hasil masih terlalu gelap maka pencet tombol FEL icon * di bagian rambut dengan mengarahkan point focus yang tengah, maka hasil nya akan tambah terang”
Ruang : “lah kalo ndak usah mencet tombol itu kan juga hasilnya udah bagus kok”
Bidang : “hehehe emang bener tapi ini kan cara untuk mengontrol sendiri intensitas cahaya sesuai dengan selera kita. Jika pengen terang pencet di daerah item (gelap), jika pengen gelap pencet di warna putih (terang)”

Ruang : “hehehe makasih yah pecerahan hari ini”
Bidang : “jangan cuman terimakasih lho.. tapi kopi ku juga dibayar yah.. hehehe”

Kategori:FOTOGRAFI
  1. Marvens
    Agustus 25, 2012 pukul 7:10 pm

    mantabb
    kebeneran pengguna canon juga, jadi nyambung ni tutornya

  2. Maret 29, 2009 pukul 10:23 pm

    hehehe ndak juga om
    sekarang makek dua merk om hihihi

  3. mazrobby
    Maret 29, 2009 pukul 2:15 am

    Hahaha…
    Benar2 pengguna Canon
    Wakakaka…

  4. Maret 20, 2009 pukul 2:15 pm

    jujur saya setelah mengenal apa itu white balance saya jadi ragu pentingnya penggunaan white balance (atau mungkin ilmu saya yang kurang yah)…

    sebab kamera saya 400D tidak bisa menggunakan white balance secara manual. padahal setiap tempat itu mempunyai derajat kelvin yang berbeda2 dan seharusnya penggunaan secara manual adalah cara yang tepat menggunakan white balance

    biasanya digambarkan dengan angka mulai dari 1000 hingga 10.000 kelvin yang mempunyai karakter warna basic 1000 berwarna biru banget dan 10.000 berwarna kuning banget…

    mungkin dilain kesempatan saya akan tulis white balance… thanks mas deka

  5. Maret 16, 2009 pukul 1:36 pm

    penjelasannya mencerahkan sekali mas, gaya dialog memudahkan memahami materinya. Mas ulas juga tentang white balance donk and kalo boleh ulas juga teknik komplit dari foto-foto mas Angkasa

  6. Februari 28, 2009 pukul 2:04 am

    ah mas kaleng bisa aja… tulisan saya jelek mas ndak berkelas dan ndak disukain pasar e…
    saya dong yang di ajarin nulis mas

  7. kalengrombeng88
    Februari 27, 2009 pukul 3:26 am

    wah, ams… terimakasih banyak. selain saya dapat belajar fotografi, saya juga belajar hal lain dari tulisan mas angkasa. yakni, saya jadi bisa buang hajat! maksud saya, isi kepala saya yang penuh akhirnya bisa tersalurkan dalam bentk tulisan juga. mas boleh dapet royalti nih kasih inspirasi buat saya. makanya baca blog saya mas. mantaff….

    http://kalengrombeng88.wordpress.com/

  8. November 22, 2008 pukul 7:43 am

    Sang pengembara datang dengan perbekalan di pundaknya dan sebilah belati dari kampung pesisir nun jauh diseberang, tapi ia bingung dengan apa yang sedang ia bawa. Tersesat, bingung, gelisah bak musafir yg pergi dengan satu tujuan yg belum terawang-awang. bimbang…ia tidak tahu kalau ia tidak tahu, ia tidak tahu kalau ia tahu. Dan pada akhirnya ia menemukan ruang dan bidang dimana ia menjadi tahu kalau ia tahu. ia tahu sekarang kalau ia tidak tahu kalau selama ini ada cahaya NYA.
    Talk to you later,Nice gathering!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: